Mobil

Mengulas berbagai informasi tentang dunia otomotif mobil.

Motor

Mengulas info-info tentang seputar dunia otomotif motor.

Modifikasi

Mengulas info-info menarik dari mofidikasi motor dan mobil dan tips-tips untuk memodifikasi.

Komunitas

Membahas komunitas para pencinta dunia otomotif motor dan mobil.

Tips

Berbagi tips dalam merawat kendaraan motor dan mobil.

Thursday, September 8, 2016

Komunitas Pecinta Mobil Bermesin Boxer


Meski komunitas ini baru berdiri pada 27 Mei 2014 lalu, namun Boxer Owner Club Indonesia (BOCI) saat ini sudah memiliki 25 anggota komunitas. BOCI merupakan tempat berkumpulnya para pencinta mesin boxer yang terkenal dengan sebutan low center gravity engine, dengan rata-rata merek kendaraan Ferrari, Subaru, Porsche, dan Toyota 86.

Menurut Tama, Ketua Umum BOCI, rendahnya posisi mesin menjadi salah satu keunggulan mobil-mobil bermesin boxer. Selain lebih stabil, pengendalian juga semakin presisi. Itu sebabnya mesin dengan jarak rendah ke tanah digunakan di mobil-mobil balap Formula 1.

Untuk mengikat silaturahmi sesama anggota, BOCI selalu melakukan kegiatan rutin minimal satu bulan sekali. “Iya, untuk bercerita dan saling tukar informasi. Kadang menambah kegiatan dengan morning run. Untuk memacu adrenalin,” ujar pemilik Subaru BRZ kelir biru itu.

Selain itu, ada juga kegitan lainnya, seperti short trip ke daerah Puncak dan Bandung, Jawa Barat. Dan setiap setahun sekali, mereka pasti mengadakan track day di Sirkuit Sentul International.

“Kami juga sangat perhatikan setiap anggota yang suka modifikasi. Untuk itu, kami bekerja sama dengan beberapa bengkel. Sebab, kami sering mengadakan group buy untuk pengadaan suku cadang dari Amerika dan Jepang, seperti turbocharger dan supercharger,” jelasnya.

Jika anda tertarik bergabung dengan komunitas ini, Caranya cukup mudah, meskipun kendaraan yang Anda gunakan tidak bermesin boxer.

“Memang, syarat utama untuk jadi anggota pasti mesin boxer. Tapi, di luar itu juga bisa, kalau hanya untuk gabung saat morning run atau cruise day.” 

Monday, September 5, 2016

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Mengendarai Motor Listrik


Kemajuan dalam dunia teknologi tidak hanya berdampak pada barang-barang yang kecil saja, namun juga berdampak kepada produksi kendaraan bermotor.

Produsen kendaraan motor dan mobil terus mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan. Salah satunya penggunaan energi listrik sebagai pengganti mesin konvensional.

Sayangnya, teknologi kendaraan listrik memiliki sisi negatif dalam hal suara mesin. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan, motor listrik yang ia coba hari ini sangat berbeda dengan motor pada umumnya.

"Biasanya pakai motor biasa bensin ada koplingnya. Kedua, ada suara. Nah motor ini beda, tidak ada suara sama sekali," kata dia di Kantor Kemenhub.

Suara mesin yang sangat halus membuat pengendara sepeda motor listrik dituntut lebih berhati-hati saat melintas di jalanan yang ramai.

"Dengan mesin yang halus itu, otomatis dari segi kehati-hatian pengendara harus lebih. Ini kan bisa ada di jalur lalu lintas umum, harus hati-hati. Pengendara lain bisa jadi tidak sadar (ada motor melintas di dekatnya), dan akibatnya bisa parah," ujarnya.

Ia mengaku nyaman mengendarai motor listrik. Hanya, masih perlu adaptasi lagi untuk dapat terbiasa mengendarai motor tersebut.

"Sangat nyaman, karena tadi tidak ada suara dan ringan. Tinggal masalah kebiasaan. Kalau sudah biasa pakai ini, ya pasti tingkat kehati-hatiannya sudah dimiliki,” katanya.

Wednesday, August 31, 2016

Modifikasi CR-Z Ini Habiskan Dana Seharga Mobil Baru


Honda CR-Z memang punya desain yang agresif dan sporty. Mobil yang satu ini memang sangat menawan dan menggoda mata para pecinta otomotif Indonesia. Namun bagi pemilik mobil ini tentu akan sulit menahan godaan untuk lebih mempercantik penampilan mobil yang satu ini.

Salah satunya pria asal Bandung bernama Yosep. Ia telah mengubah tampilan CR-Z Hybrid lansiran 2010 menjadi lebih keren. Yosep sendiri merupakan modifikator dari H2O Bodywork Bandung sehingga cukup punya modal untuk mempercantik mobil ini.

“H2O Bodywork sebagai rumah modifikasi dari kota Bandung memperkenalkan Honda CR-Z HX-1 hasil modifikasi kami," kata Yosep saat berbincang dengan VIVA.co.id beberapa waktu lalu.

Untuk menyempurnakan tampilan mobil, Yosep menyematkan Autovision HID Fastbright, Projector Lens Zenith double angle eyes 2,5”, LED devil eyes red for projector OEM hingga 4 titik DRL HP005 di sektor bumper depan.

"Pemilihan warna lampu ini juga dipadukan dengan desain kendaraan yang menitik beratkan ke arah sporty. Total penggantian lampunya sekitar Rp10 jutaan," kata dia.

Sementara itu, untuk mempercantik bagian eksteriornya, Yosep juga meruban front bumper dan juga carbon engine hood sehingga lebih terlihat ceper dan elegan. "Eksterior hampir semua kena, mulai dari skirt, front bumper, rear bumper, terus juga tampilan penutup mesin diubah menggunakan carbon engine hood. Selain itu, bagian pintu juga diubah menjadi Vertical Doors, dan Shaved Doors," kata dia.

Untuk bagian interiornya, Yosep mengubah tampilan kursi dengan menggunakan bride carbon racing seat yang menitikberatkan pada kenyamanan berkendara. Spesifikasi audio juga ikut dirombak. Samsung Galaxy Tab berpadu dengan Venom VX1112W subwoffer 12 inci sehingga menambah kesan lengkap pada mobil ini.

"Dengan semua ubahan yang dilakukan oleh kami terhadap mobil Honda CRZ, pengerjaan mobil ini memakan waktu hingga empat bulan dan menghabiskan total sekitar Rp250 juta. Kami juga garis bawahi sangat berterima kasih dengan Autovision karena support dengan apa yang kami butuhkan," katanya.
Namun, saat ditanyakan jeroan apa saja yang diganti dirinya enggan berkomentar banyak. Menurutnya ini rahasia dapur dan yang jelas mobilnya ini menggunakan mesin yang masih bawaan pabrik.

"Kami sih next step ke masalah kaki-kaki sama mesin. Engine mau naik ke turbo. Karena tipikalnya hybrid, barang-barangnya harus dipesankan secara impor," kata Yosep yang juga menjelaskan bahwa dalam memodifikasi mobil ini hal paling susah adalah detailing dan mendesain mobil.

Thursday, August 11, 2016

Penyebab Mobil Brebet dan Tak Bertenaga


Bukan hanya pencandu performa saja yang ingin mobil kesayangannya tetap melaju dengan cepat tanpa ada kendala. Namun, pengguna mobil biasa pun tetap merasakan hal yang sama, bahwa saat menginjak pedal gas mobil, diharapkan kendaraan bisa berlari dengan sempurna.
Namun, kalau sudah mulai merasa ada kendala pada saat menginjak pedal gas, bisa perhatikan dahulu kerusakan kecilnya. 

Menurut Sugandi, Kepala Bengkel resmi Nissan, kasus pedal gas bermasalah biasanya terjadi karena mobil tersebut jarang melakukan servis. Gejala itu, kata dia, dapat dirasa saat berjalan dan ketika menginjak pedal gas tenaga jadi berkurang atau tertahan pada rpm tertentu.  

Untuk pedal gas manual, diketahui masih menggunakan kabel untuk menggerakan throttle gas. “Kabel ini sering bermasalah kalau sudah ada kotoran yang menumpuk biasanya nyangkut, bisa dirasakan kalau mobil sudah mulai brebet saat digas,” ujarnya.

Hal itu tentu berbeda dengan pedal gas yang sudah menggunakan sensor atau Accelerator Pedal Position (APP). Sistem kerjanya seperti bluetooth untuk menggerakan throttle gas. Nantinya, sensor ini langsung mengirim sinyal pada Electronic Control Unit (ECU) untuk mengatur buka tutup gas yang terhubung.

“Untuk pedal gas yang menggunakan sensor perawatannya lebih minim, karena sensor tidak mudah rusak, kalau dirasa saat gas mobil sudah agak mandet berarti throttle gasnya yang sudah kotor, itu biasa dibersihkan dengan cairan pembersih setiap 10.000 kilometer,” kata dia.

Friday, August 5, 2016

Efek Buruk Jika Salah Pilih Busi Untuk Motor


Fungsi busi dalam kendaraan sangat vital. Terbukti, apabila mesin mogok atau pun mengalami kendala, bagian busi tak lepas ikut dicek untuk memastikan kinerja mesin prima.

Peran busi yang sangat vital membuat perangkat ini sering mengalami masalah. Busi mengalami masalah karena beberapa hal, di antaranya kotoran yang menumpuk hingga membuat pembakaran menjadi tak maksimal dan terburuk membuat mogok sepeda motor Anda.

Menurut Wawan, seorang karyawan Bengkel Jaya Motor di Pondok Bambu, Jakarta Timur, busi sebaiknya dicek secara rutin."Bisa dicek sebulan atau dua bulan sekali. Ini gunanya melihat kebersihan busi," kata Wawan.

Ia menjelaskan, agar kerja busi lebih maksimal lagi, jarak antara busi dengan kepala busi harus pas. Ini berguna agar mesin motor tidak mengalami 'brebet' atau tersendat-sendat dan tidak bekerja maksimal.

"Jarak perenggangan antara busi dan kepala busi tiga sampai empat mili. Jangan sampai rapat dengan kepala, kalau sampai rapat bisa brebet gasnya. Selain itu filter basah juga bisa jadi brebet," kata dia.

Sementara itu, dilansir WeloveHonda, tiap busi memiliki spesifikasi masing-masing. Mesti ukuran dratnya sama, bisa saja panjangnya berbeda. Kalau salah pilih, tentu bisa gawat. Seperti halnya ketika motor Anda harus memakai busi pendek, tetapi menggunakan busi yang dratnya panjang. Bahayanya, tentu bisa dihajar piston dan berakibat klep jadi bengkok.

Sebaliknya, jika Anda menggunakan busi dengan drat pendek untuk motor yang mengharuskan busi dengan drat panjang, elektroda busi tak akan sampai ke ruang bakar. Mau di-starter puluhan kali, mesin motor dijamin tak akan hidup.

Apabila memilih businya sudah benar, jangan pula mengencangkan busi dengan otot sekuat tenaga. Cukup dipasang hingga kencang saja. Sebab, bisa jadi elektroda busi akan jadi lebih masuk ke dalam ruang bakar. Hal ini tentunya berisiko busi tertabrak klep. Jika sudah begitu, tinggal tunggu yang kalah duluan saja, apakah busi yang pecah atau klep yang bengkok.

Lalu, jangan coba-coba membuka busi saat keadaan mesin masih panas. Lebih baik menunggu mesin sedikit mendingin. Sebab, membuka busi saat keadaan mesin panas akan membuat drat busi cepat dol. Kalau sudah dol, solusinya cuma dua, yakni ganti head silinder baru atau mesti membuat ulang drat busi di tukang las bubut.

Tuesday, August 2, 2016

Inilah Budget Untuk Memodifikasi Motor Agar Terlihat Klasik


Bagi penggemar modifikasi klasik, Acas Custom di kawasan Tangerang, bisa menjadi tempat solusinya. Berbagai macam aliran modifikasi dapat diwujudkan, mulai dari scrambler, japstyle, chooper, cafe racer, dan juga BSA classic. Tapi, bagaimana dengan biaya dan masa pengerjaanya?

"Biaya Rp15 jutaan sudah terima beres, berlaku untuk cafe racer, scrambler, dan BSA classic. Tapi, kalau chooper agak mahal, saya patok Rp17 juta, karena pelek dan ban membutuhkan diameter lebih besar, jadi agak mahal. Waktu pengerjaannya hanya dua bulan untuk semua jenis modifikasi," ujar Agus Sukamto, penggawa Acas Custom.

Nah, dalam proses pengerjaan, part orisinil bawaan motor hampir tidak ada yang digunakan, kecuali mesin dan sasis. Sebab, mulai dari tangki, bodi, dan kaki-kaki seluruhnya dirombak untuk mendapatkan struktur yang sesuai aliran modifikasinya.

"Sasis 80 persen rombak total, yang penting nomor sasisnya aman, kaki-kaki mulai dari pelek, swing arm, shockbreaker depan belakang, setang, dan knalpot saya custom. Jadi yang masih orisinil hanya mesin," kata dia.

Bagi yang ingin coba mendatanginya, bisa menyambangi bengkel modifikasi tersebut di Jalan Hasyim Ashari No. 29, Ciledug, Tangerang.